GARUT | PATROLINDO.COM — Kegiatan Perkemahan Rabu, Kamis, dan Jumat (Perkajum) di Bumi Perkemahan SMPN 2 Cigedug, Kabupaten Garut, menjadi salah satu upaya sekolah dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan para siswa melalui kegiatan kepramukaan.

Kegiatan yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 tersebut mengusung tema “Membentuk Karakter Mandiri, Disiplin, Peduli dan Berakhlak Mulia.” Setelah memantau rangkaian kegiatan, pihak sekolah bersama panitia memberikan keterangan kepada awak media Patrolindo.com mengenai tujuan dan pelaksanaan perkemahan tersebut.

Kepala SMPN 2 Cigedug, H.M. Dudung Zamiat, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah H. Yaman Suryaman serta Ketua Panitia Elih Nurasiah, S.E., menjelaskan bahwa Perkajum merupakan agenda penting untuk mendukung pembentukan karakter peserta didik melalui pengalaman belajar di luar kelas.
Beragam Kegiatan Edukatif dan Kepramukaan
Rangkaian Perkajum dirancang untuk memberikan pengalaman yang beragam kepada peserta. Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan meliputi Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), pentas seni, kegiatan keagamaan, olahraga, pengembaraan, permainan edukatif, hingga aksi bakti sosial di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa didorong untuk belajar bekerja sama, mematuhi aturan, meningkatkan kemandirian, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Perkemahan juga menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, rasa tanggung jawab, dan kemampuan berinteraksi dalam kelompok. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Api Unggun dan Renungan Suci Jadi Momen Bermakna
Salah satu momen yang menjadi perhatian dalam kegiatan Perkajum adalah penyalaan api unggun dan renungan suci pada malam hari.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari tradisi perkemahan, tetapi juga mengandung pesan simbolis tentang semangat, keteguhan hati, dan kesucian niat dalam menjalani kehidupan.
Api unggun dimaknai sebagai lambang semangat yang harus terus menyala, sedangkan renungan suci menjadi kesempatan bagi peserta untuk melakukan introspeksi diri, memperkuat tekad, serta memahami pentingnya sikap dan perilaku yang baik.
Melalui momentum tersebut, peserta diharapkan semakin memahami nilai-nilai kepramukaan dan mampu menerapkannya dalam tindakan nyata.
Ditutup dengan Pelantikan Pramuka Penggalang
Rangkaian kegiatan Perkajum anggota Pramuka Pangkalan SMPN 2 Cigedug, Gugus Depan 25055–25056, ditutup secara resmi melalui prosesi pelantikan Pramuka Penggalang Ramu dan Penggalang Rakit.
Prosesi ini menjadi bagian dari tahapan pembinaan kepramukaan sekaligus bentuk penghargaan atas proses belajar dan pengalaman yang telah dilalui peserta selama kegiatan perkemahan.
Pihak sekolah berharap pengalaman yang diperoleh selama Perkajum dapat menjadi bekal bagi siswa untuk membangun mental yang tangguh, meningkatkan kedisiplinan, serta mengembangkan jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab.
Melalui kegiatan kepramukaan yang terarah, SMPN 2 Cigedug berupaya memperkuat pendidikan karakter agar para siswa tidak hanya berkembang dalam aspek akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang mandiri, peduli, dan berakhlak mulia.
Koresponden: Sri Mulyati
Meta Description: Perkajum SMPN 2 Cigedug, Garut, pada 14–
