GARUT, Patrolindo.com — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menggelar Gebyar Ustadz-Ustadzah Nusantara (GUNTARA) Tingkat Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Garut.

Kegiatan tersebut berlangsung di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Garut, Selasa (25/8/2026), dan diikuti peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat.
Sekretaris kegiatan, H. Asep Mahfudin, M.Pd.I., mengatakan Gebyar Ustadz-Ustadzah Nusantara merupakan program tiga tahunan BKPRMI. Untuk pelaksanaan tingkat Provinsi Jawa Barat kali ini, Kabupaten Garut dipercaya menjadi tuan rumah.

“Gebyar Ustadz-Ustadzah Nusantara ini merupakan program tiga tahunan BKPRMI dan untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kabupaten Garut. Kegiatan ini berdasarkan hasil Silaturahmi Kerja Nasional BKPRMI untuk menggelar kegiatan di tingkat Provinsi Jawa Barat,” ujar H. Asep Mahfudin saat ditemui di sela-sela kegiatan, Selasa (25/8/2026).
Evaluasi Pembinaan dan Wadah Silaturahmi
Menurut H. Asep, kegiatan GUNTARA memiliki sejumlah tujuan penting. Salah satunya sebagai sarana mengevaluasi sejauh mana BKPRMI telah melaksanakan pembinaan terhadap anak-anak binaan yang tersebar di berbagai daerah.
Selain itu, kegiatan tersebut menjadi wahana silaturahmi antara para ustadz dan ustadzah dengan anak-anak binaannya. Untuk mendukung tujuan tersebut, panitia menghadirkan berbagai perlombaan yang melibatkan anak-anak.

“Yang pertama dalam rangka mengevaluasi kinerja para anggota BKPRMI, sejauh mana BKPRMI telah memberikan pembinaan terhadap anak-anak asuhannya. Yang kedua sebagai wahana silaturahmi antara ustadz-ustadzah dengan anak-anak asuhannya,” jelasnya.

Tujuan lainnya adalah mempererat hubungan antara orang tua dan guru pengajar sehingga dapat menyamakan persepsi dalam proses pembinaan dan pendidikan anak.
“Yang ketiga adalah bagaimana antara orang tua dengan para guru pengajar bisa bersilaturahmi, menyamakan persepsi dan tetap solid,” tambahnya.
Persiapkan Kafilah Jawa Barat ke Tingkat Nasional
H. Asep mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan untuk membentuk Kafilah Jawa Barat yang nantinya akan mengikuti GUNTARA tingkat nasional.
Kegiatan tingkat provinsi ini diikuti oleh peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. Secara keseluruhan, jumlah peserta dan penggembira yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 1.000 orang.
“Untuk kegiatan GUNTARA ini diwakili 27 kabupaten/kota dengan jumlah peserta sekitar 400 orang. Kalau ditambah penggembira yang hadir, kurang lebih mencapai 1.000 orang,” katanya.
Dari 27 kabupaten/kota tersebut, sekitar 17 daerah mengirimkan peserta secara penuh, sementara daerah lainnya mengirimkan perwakilan.
Beragam Perlombaan untuk Anak, Guru dan Orang Tua
Dalam Gebyar Ustadz-Ustadzah Nusantara tersebut, panitia menggelar berbagai perlombaan yang disesuaikan dengan kategori peserta.
Untuk anak-anak, sejumlah perlombaan yang digelar antara lain menyusun balok, peragaan tata cara salat, membaca doa-doa harian, membaca ayat-ayat Al-Qur’an, serta membaca surat-surat pendek Al-Qur’an.
Sementara bagi guru dan peserta dewasa, terdapat kegiatan yang berkaitan dengan kemampuan ceramah dan penyampaian materi keagamaan.
Selain itu, terdapat pula kegiatan menggambar bagi guru sebagai sarana meningkatkan kreativitas serta kemampuan dalam memberikan pembelajaran kepada anak-anak.
“Semua kegiatan lomba ini gratis dan tidak dipungut biaya,” ungkap H. Asep.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai jenjang, termasuk Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
Mengandalkan Swadaya Guru dan Orang Tua
Hal yang menarik dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah pembiayaannya yang mengandalkan semangat swadaya dari para guru, orang tua, dan kerabat.
H. Asep menjelaskan, kegiatan tersebut tidak mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Dukungan Pemerintah Kabupaten Garut diberikan dalam bentuk fasilitas tempat untuk pelaksanaan kegiatan.
“Alhamdulillah, kegiatan ini merupakan hasil swadaya para guru dan orang tua yang peduli terhadap kegiatan ini. Kami tidak mendapatkan bantuan dari siapa pun ataupun dari pemerintah. Kegiatan ini hanya mengandalkan sumbangan dari kerabat dekat,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Garut yang telah memberikan fasilitas tempat, termasuk penggunaan Gedung Pendopo untuk kegiatan pembukaan.
“Kami tidak meminta bantuan kepada pemerintah daerah. Dari pihak pemerintah daerah hanya memberikan fasilitas tempat. Kami bersyukur kegiatan pembukaan bisa difasilitasi di Gedung Pendopo,” ujarnya.
Apresiasi untuk Ketua Umum BKPRMI
Di akhir keterangannya, H. Asep Mahfudin menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta, orang tua, guru, dan pihak yang telah mendukung pelaksanaan Gebyar Ustadz-Ustadzah Nusantara tingkat Provinsi Jawa Barat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum BKPRMI H. Oleh Soleh yang telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya untuk menjadi pelaksana kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ketua Umum H. Oleh Soleh yang telah mempercayai kami untuk melaksanakan kegiatan ini,” pungkas H. Asep Mahfudin.
Pelaksanaan GUNTARA tingkat Provinsi Jawa Barat di Garut diharapkan tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga memperkuat silaturahmi, meningkatkan kualitas pembinaan generasi muda, serta memperkokoh sinergi antara guru, orang tua, dan anak-anak binaan BKPRMI.
(SRI/Patrolindo.com)
