INDRAMAYU,patrolindo.com –
Cantiknya pesona gadis ngarot desa Tunggulpayung bermahkota bunga yang memikat mata, piral di dunia maya sampai tembus ke ujung dunia, merupakan cerminan keanggunan budaya lokal yang memikat mata para pengunjung, keunikan, estetika busana, dan nilai filosofis yang mendalam, Sabtu 31/10/2026.
| VIDEO TERKAIT :
Tradisi Ngarot telah diakui sebagai Warisan Budaya yang mencuri perhatian para pengunjung, kameramen, fotografer, antropolog, mas media, wisatawan lokal karena keindahan visualnya yang magis, itulah gadis ngarot desa Tunggulpayung, yang mempesona dan sedap dalam pandangan mata.

Upacara adat ngarot desa Tunggulpayung ini bukan sekadar festival visual, melainkan sebuah ritual sakral menjelang musim tanam padi yang sarat akan makna kehidupan, daya tarik utama gadis ngarot desa Tunggulpayung yang Mendunia, mahkota bunga Segar adalah Ciri khas utama Gadis Ngarot adalah hiasan kepala berupa rangkaian bunga segar.
Masyarakat setempat memegang teguh kepercayaan bahwa bunga kenanga di kepala para gadis akan tetap segar selama prosesi jika mereka benar-benar menjaga kesucian dirinya. Jika bunga tersebut layu sebelum ritual usai, mitosnya moralitas sang gadis dipertanyakan, “tutur Sesepuh desa Tunggulpayung (Lilikrakiyah yang akrab di panggil wailik, sambil tersenyum ditemani secangkir kopi dan sebatang rokok jinggo.
Dibawah kepemimpinan Kuwu Iis Sugianto dalam mempertahankan tradisi adat ngarot, membuktikan bahwa modernisasi tidak lantas mengubur identitas lokal. Pesona para gadis bermahkota bunga bukan hanya eksotisme visual belaka, melainkan representasi keteguhan dalam merawat warisan leluhur,”ucapnya.
Lebih lanjut beliau mengatakan, tradisi Ngarot di desa Tunggulpayung, ritual syukur petani jelang musim tanam salah satu bagian yang paling menarik perhatian dalam tradisi ini adalah kehadiran Gadis Ngarot, para gadis yang tampil anggun mempesona dengan busana tradisional.
Kendaraan padat merayap, karena banyaknya warga yang tumpah ruah di jalan. Tradisi ini membawa berkah besar bagi para pedagang karena mampu mendatangkan omzet dan keuntungan yang berlimpah dalam waktu singkat. Ribuan warga menciptakan pasar kaget yang menjadi ladang rezeki bagi usaha kecil maupun usaha menengah mereka banjir rezeki. Kebangkitan ekonomi dampak langsung dirasakan bagi para Pedagang,
Peristiwa ini meningkatkan peluang terjadinya transaksi penjualan yang sangat banyak, tingginya komsumsi kebutuhan akan makanan, minuman, mainan anak, dan perlengkapan hiburan meningkat tajam diacara pesta Adat ngarot. Peningkatan daya beli suasana Pesta Adat Ngarot, membuat masyarakat cenderung konsumtif selama acara berlangsung, itulah yang terlihat di acara adat Ngarot desa Tunggulpayung.
Lurah Tunggulpayung, (Rudi hartono) bersama TNI, POLRI, Limas dan masyarakat, melaksanakan pengamanan, Kehadiran petugas di lokasi ini untuk memastikan kegiatan ini aman dan terkendali. Hiburan yang digelar menyedot perhatian masyarakat banyak, petugas gabungan disiagakan pada titik-titik keramaian guna memantau jalannya acara adat Adat Ngarot tetap tertib.
Pengamanan yang melibatkan unsur TNI, POLRI, Limas dan Masyarakat, mereka aktif memberikan imbauan langsung kepada warga agar bersama-sama menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Kami juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, seperti memastikan kendaraan diparkir di tempat yang aman dan menggunakan kunci ganda, guna mencegah curanmor, waspada henpon, dompet dan kejahatan Lainya,”ujarnya.
Camat Lelea, Atang Suwandi, S.STP., M.Si., dalam sambutanya secara aktif memberikan apresiasi dan menghadiri berbagai rangkaian acara adat serta tradisi lokal di wilayah Kecamatan Lelea, Beberapa kegiatan yang mendapat apresiasi dan dihadiri oleh Camat Lelea baru-baru ini di antaranya Adat ngarot desa Tunggulpayung, apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan acara adat Ngarot sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga warisan budaya, memperkuat kerukunan warga, serta melestarikan kearifan lokal, “ujarnya.
( Persetya Helpyatna/Ondi SH)
