SUMEDANG, PATROLINDO.COM – Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat penting bahwa semangat persatuan dan gotong royong harus diwujudkan melalui aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya dengan memperkuat kepedulian sosial melalui zakat, infak, dan sedekah.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang, Ayi, menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan para pemuda harus terus dihidupkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita pentingnya persatuan dan gotong royong. Nilai-nilai tersebut harus terus kita hidupkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Dalam konteks ini, zakat, infak, dan sedekah menjadi instrumen strategis untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus menopang peningkatan kesejahteraan umat,” tulis Ayi.
Menurutnya, BAZNAS memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan kesejahteraan daerah melalui pengelolaan dana sosial keagamaan yang akuntabel, tepat sasaran, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Penyaluran zakat, infak, dan sedekah juga perlu terus dikembangkan. Tidak hanya sebatas bantuan konsumtif atau karitatif, tetapi diarahkan pada program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan sehingga dapat membantu masyarakat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan.
Ayi juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda sebagai agent of change atau agen perubahan dalam membangun budaya berbagi dan kepedulian terhadap sesama.
Menurutnya, pemuda bukan hanya pewaris cita-cita perjuangan bangsa, tetapi juga harus menjadi motor penggerak aksi kemanusiaan serta edukasi publik mengenai pentingnya solidaritas sosial.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan literasi digital untuk memperluas edukasi zakat serta mengoptimalkan berbagai kanal filantropi berbasis teknologi.
“Refleksi Sumpah Pemuda menegaskan bahwa persatuan tidak berhenti pada batas ikrar kata-kata, melainkan terwujud dalam tatanan tindakan yang manfaatnya dirasakan nyata oleh publik. Sinergitas kolektif antara pemuda, lembaga sosial, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat adalah kunci utama merajut solidaritas dan mendorong kemandirian bersama,” tambahnya.
Ia berharap momentum Sumpah Pemuda dapat menjadi panggilan kesadaran bersama untuk memperkuat semangat kebangsaan melalui kerja nyata, empati sosial, dan komitmen untuk hadir membantu sesama.
Dengan demikian, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga terus tumbuh dalam bentuk kepedulian, gotong royong, dan aksi sosial yang berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.
(AC)
