SUMEDANG, | PATROLINDO.COM — Tidak semua orang memiliki kemudahan yang sama dalam melangkah. Namun bagi “Ananda”, keterbatasan fisik bukanlah alasan untuk menyerah pada keadaan. Di tengah segala keterbatasan, ia tetap menyimpan mimpi sederhana: hidup mandiri dan tidak ingin merepotkan orang tuanya.
Harapan itu kini perlahan menemukan jalannya setelah menerima bantuan kursi roda dari BAZNAS Kabupaten Sumedang. Bantuan tersebut bukan sekadar alat bantu, tetapi menjadi pintu awal bagi Ananda untuk bergerak lebih leluasa, belajar lebih mandiri, dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, mengatakan bahwa penyaluran bantuan kursi roda ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, termasuk para penyandang disabilitas agar dapat menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
“BAZNAS tidak hanya menyalurkan bantuan konsumtif, tetapi juga berupaya menghadirkan bantuan yang dapat mendorong kemandirian penerima manfaat. Kami berharap kursi roda ini bisa menjadi sarana bagi Ananda untuk lebih leluasa beraktivitas, belajar, dan meraih cita-citanya,” ujar Ayi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para muzakki dan Sahabat BAZNAS yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS Sumedang. Menurutnya, setiap bantuan yang diberikan adalah amanah yang harus disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Sementara itu, orang tua Ananda mengaku terharu dan bersyukur atas bantuan yang diberikan. Selama ini, keterbatasan alat menjadi salah satu hambatan bagi Ananda untuk beraktivitas di luar rumah.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS dan para donatur. Kursi roda ini sangat membantu anak kami. Mudah-mudahan ini menjadi jalan agar Ananda bisa lebih mandiri dan semangat menjalani hidup,” ujar orang tua Ananda dengan mata berkaca-kaca.
Bantuan kursi roda tersebut diharapkan tidak hanya membantu mobilitas Ananda, tetapi juga menjadi simbol bahwa kepedulian sosial dapat menghadirkan harapan baru. Dukungan dari masyarakat melalui zakat, infak, dan sedekah terbukti mampu menjadi semangat baru bagi para pejuang disabilitas untuk terus melangkah dan meraih kemandirian. (AC)
