
KUNINGAN — Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memimpin peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2026 tingkat Kabupaten Kuningan, yang digelar secara serentak pada Minggu (26/4/2026). Acara penting ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Car Free Day di depan Halaman Masjid Syiarul Islam Kuningan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat dari yang semula berfokus pada penanganan pasca bencana, menjadi upaya kesiapsiagaan sebelum bencana terjadi.
Dalam sambutannya, Bupati Dian Rachmat Yanuar menyoroti bahwa kondisi topografis Kabupaten Kuningan yang berbukit-bukit menjadikan daerah ini memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, meliputi potensi longsor hingga banjir. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolektif untuk membangun kemandirian serta ketangguhan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana tersebut.
“Hari ini, dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana, saya mengajak kita semua untuk lebih mengenali alam kita, mencintai lingkungan kita, dan memahami potensi bencana yang ada di sekitar kita,” ujar Bupati Dian Rachmat Yanuar.
Ia menekankan prinsip yang sangat sederhana: “Alam menjaga kita, maka kita harus menjaga alam. Jika kita bersahabat dengan alam, alam akan bersahabat dengan kita.” Menurutnya, membangun kesiapsiagaan bukan hanya soal fisik atau infrastruktur, tetapi esensialnya adalah membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Peringatan HKBN yang diperingati setiap tanggal 26 April ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Adapun tema nasional tahun 2026 adalah “Siap untuk Selamat,” dengan subtema “Bersatu dalam Siaga Tangguh Menghadapi Bencana”.
Bupati Kuningan turut mengapresiasi langkah ini. “Kegiatan plogging hari ini adalah langkah nyata. Dengan menjaga kebersihan, kita mengurangi risiko banjir,” tegasnya.Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menutup sambutannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kesiapsiagaan bencana sebagai budaya bersama, menegaskan bahwa peringatan ini adalah gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang tangguh, sigap, dan siap selamat menghadapi bencana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan bahwa peringatan HKBN tahun ini dilaksanakan dengan konsep yang sedikit berbeda, yakni menekankan pada aksi nyata di lapangan.“Kami berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), komunitas relawan, serta seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan aksi nyata,” terang Indra Bayu.Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah plogging, yaitu lari santai sambil memungut sampah. Kegiatan ini merupakan bentuk mitigasi bencana yang sederhana namun berdampak besar, terutama dalam mencegah banjir.(*)
