INDRAMAYU, PATROLINDO.COM — Harapan masyarakat Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, untuk kembali memiliki akses jembatan yang layak akhirnya terwujud. Jembatan “Ki Dulkamid” atau Licaung yang berada di Blok Tipar Pilang Jajar, Desa Jatimulya, kini kembali dapat dimanfaatkan masyarakat.
| VIDEO LIPUTAN :
Kuwu Desa Jatimulya, Rastim, SH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim atas gerak cepat dan dukungannya terhadap pembangunan kembali jembatan tersebut.
Menurut Rastim, keberadaan jembatan sangat membantu masyarakat, khususnya para petani dalam mengangkut hasil panen. Selain mempersingkat jarak tempuh, jembatan tersebut juga dinilai mampu menekan biaya transportasi yang sebelumnya cukup membebani petani.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Indramayu atas pembangunan jembatan ini. Kami merasa sangat tertolong dan terbantu, terutama dalam membawa hasil panen menuju rumah maupun pasar,” ujar Rastim kepada awak media.
Ia menjelaskan, sebelum jembatan dapat digunakan kembali, para petani harus melalui akses alternatif yang lebih jauh. Kondisi tersebut membuat biaya pengangkutan hasil pertanian meningkat dan proses distribusi menjadi kurang efisien.
Jadi Jalur Penghubung Antarwilayah
Rastim menambahkan, Jembatan Licaung bukan hanya penting bagi sektor pertanian, tetapi juga menjadi salah satu jalur poros yang menghubungkan Desa Jatimulya dengan Desa Plosokerep hingga menuju wilayah Kroya.

Dengan kembali berfungsinya jembatan tersebut, mobilitas masyarakat antar desa dan antarwilayah diharapkan semakin lancar.
“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat karena menjadi jalur penghubung. Selain untuk aktivitas pertanian, keberadaannya juga memperlancar mobilitas warga antar desa dan wilayah,” katanya.

Sebelumnya, jembatan tersebut mengalami kerusakan hingga roboh dan tidak dapat dilalui masyarakat. Kondisi itu sempat membuat warga mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk membawa hasil pertanian menuju pasar.
Para petani terpaksa memutar melalui jalur lain yang jaraknya lebih jauh atau menggunakan akses penyeberangan darurat. Akibatnya, biaya angkut meningkat dan distribusi hasil panen menjadi terhambat.
Bupati Tinjau Infrastruktur Pertanian
Sementara itu, Sodikin, Ketua RT 03/RW 06, membenarkan bahwa kerusakan jembatan sebelumnya sempat membuat warga kehilangan akses menuju wilayah di seberang.
“Jembatannya dulu tidak bisa diseberangi karena roboh, jadi tidak ada akses jalan ke sana,” ungkap Sodikin.
Dalam kunjungannya ke lokasi, Bupati Indramayu Lucky Hakim juga meninjau sumur yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bagian dari sistem pengairan dan penampungan air bagi lahan pertanian di sekitar wilayah tersebut.
Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur sekaligus kebutuhan masyarakat, terutama berkaitan dengan ketersediaan air bagi sektor pertanian ketika memasuki musim kemarau.
Dengan kembali berdirinya Jembatan Ki Dulkamid atau Licaung, masyarakat berharap akses transportasi semakin mudah, biaya pengangkutan hasil pertanian dapat ditekan, serta aktivitas ekonomi warga Desa Jatimulya dan wilayah sekitarnya semakin berkembang.
Bagi masyarakat, pembangunan kembali jembatan tersebut bukan sekadar menghadirkan akses penghubung, tetapi juga menjadi jawaban atas kebutuhan warga yang selama ini mengharapkan kembali terbukanya jalur transportasi yang aman dan mudah dilalui.
Lilikrakiyah
