KUNINGAN | PATROLINDO.COM
Kamis, 30 April 2026, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat bersama Bidang Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) menggelar Rapat Pembinaan Kepala SMK Negeri se-Jawa Barat yang berlangsung di SMK Negeri 3 Kuningan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dr. H. Purwato, Kepala Bidang PSMK Dr. Edy Purwanto, Kepala Sub Bagian Disdik Jabar Suharyono Adhi Saswinto, SE, perwakilan Bank BJB Maman Rukmana, para Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah I hingga XIII, serta seluruh kepala satuan pendidikan SMK se-Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Kabid PSMK Dr. Edy Purwanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir dan mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa rapat pembinaan ini bertujuan untuk mewujudkan pendidikan Jawa Barat yang “Istimewa”.
Edy juga mengucapkan terima kasih kepada Bank BJB yang telah berperan sebagai sponsor kegiatan. Ia berharap ke depan terjalin kerja sama yang lebih erat antara SMK dengan pihak perbankan, khususnya dalam mendukung pembelajaran di bidang Bisnis dan Manajemen melalui kehadiran layanan BJB Mini di sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dr. H. Purwato, menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang hidup dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri harus terus diperkuat.
“Peserta didik harus dilibatkan dalam proses nyata, termasuk dalam layanan perbankan seperti BJB, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna,” ujarnya.
Ia juga mendorong implementasi program Praktik Kerja Lapangan (PKL) hingga satu tahun, guna meningkatkan kompetensi siswa serta membentuk jiwa kewirausahaan yang kuat.
Selain itu, Purwato menyoroti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter. Ia menilai lingkungan yang bersih dan tertata akan menciptakan suasana belajar yang nyaman serta membentuk kedisiplinan siswa.
Tak hanya itu, ia juga mendorong SMK yang memiliki keunggulan untuk mengembangkan status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), agar pengelolaan bisnis sekolah dapat berjalan lebih profesional dan terintegrasi, termasuk melalui Sistem Informasi Pengadaan Sekolah (SIPLah).
Pada kesempatan yang sama, pihak Bank BJB melalui Maman Rukmana memperkenalkan program “Kejar Istimewa”, yaitu program tabungan khusus pelajar sebagai turunan dari program nasional Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Program ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya menabung sejak dini, memberikan akses kepemilikan rekening bagi pelajar tanpa harus memiliki KTP, serta mendukung ekosistem keuangan di lingkungan sekolah.
Dengan persyaratan yang mudah, seperti hanya menggunakan NISN dan surat keterangan dari sekolah, setoran awal yang ringan mulai dari Rp1.000, bebas biaya administrasi, serta fasilitas menabung di sekolah, program ini diharapkan menjadi daya tarik bagi siswa SMK dan SMA.
Melalui kolaborasi antara Dinas Pendidikan, SMK, dan Bank BJB, diharapkan tercipta sinergi yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Barat serta mencetak lulusan yang kompeten, mandiri, dan siap menghadapi dunia kerja. (AW)
