
Tasikmalaya – Komunitas Cermin Tasikmalaya (KCT) melangsungkan Launching Buku Antologi Puisi Penyair Nasional, hasil Lomba Cipta Puisi Festival Seni Akhir Tahun “Syukur Waktu” ke-11, 12, dan 13. QBuku ini memuat karya para penyair dari berbagai daerah dan dilengkapi pengantar oleh penyair nasional Acep Zamzam Noor, diluncurkan di Buleud Gallery & Studio, Jalan Pemuda No 1, Kota Tasikmalaya, Jumat (26/12/2025).
Ketua Umum KCT, Asmansyah Timutiah (Acong), dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peluncuran buku antologi ini merupakan bagian dari upaya KCT dalam merawat, mengarsipkan, sekaligus mengembangkan ekosistem sastra dan seni budaya.
“Dengan rasa syukur dan kebahagiaan, kami Komunitas Cermin Tasikmalaya melangsungkan launching buku antologi puisi penyair nasional hasil Lomba Cipta Puisi Festival Seni Akhir Tahun ‘Syukur Waktu’ ke-11, 12, dan 13. Dengan gembira kami mengundang baraya semua untuk menutup akhir tahun 2025 ini bersama dalam acara launching antologi nasional,” ujar Acong.
Ia juga menjelaskan makna filosofis “Syukur Waktu” yang menjadi ruh kegiatan tersebut. Menurutnya, syukur waktu harus dimaknai dan diakumulasi secara sungguh-sungguh sebagai refleksi perjalanan hidup dan berkesenian, sekaligus bekal untuk melangkah ke depan.
“Kami berharap masyarakat, khususnya keluarga besar KCT dan para pecinta seni, dapat memahami makna syukur waktu. Komunitas Cermin Tasikmalaya akan terus mengembangkan ruang-ruang kreatif dan kegiatan seni budaya ke depannya,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai komunitas seni dan budaya, serta mendapat dukungan dari pemerintah. Hadir langsung Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Tasikmalaya Dr. Deddy Mulyana, S.STP., M.Si., dan Disparbud Provinsi Jawa Barat, yang diwakili oleh Faisal.
Dalam sambutannya, Faisal menyampaikan apresiasi sekaligus dorongan agar para pelaku seni dan komunitas budaya terus berkembang dan berkolaborasi.
“Kami ibaratkan Disparbud sebagai kurir yang mengantar dan menjemput keinginan masyarakat dalam berkreasi seni dan budaya,” ungkapnya, seraya mengajak seluruh komunitas untuk terus aktif dan produktif.
Rangkaian acara semakin semarak dengan orasi sastra “Ruang Kita Puisi Kini” oleh Acep Zamzam Noor, penampilan para deklamator lintas daerah, tari tradisional Kelas KCT, serta musikalisasi puisi oleh Pongkir featuring RUMMAKS INUTAS. Seperti tradisi KCT, kegiatan ditutup dengan suasana akrab melalui ngopi bersama dan sajian sayur lodeh khas KCT.
Melalui launching buku antologi ini, KCT berharap karya-karya yang lahir tidak hanya menjadi dokumentasi sastra, tetapi juga pemantik semangat berkesenian dan bersyukur atas waktu yang telah dilalui.(Adehera)
