MAJALENGKA, PATROLINDO.COM — Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) terus mendorong modernisasi sektor pertanian tembakau, khususnya dalam meningkatkan kualitas pengolahan hasil tembakau.

Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui uji fungsi atau running test fasilitas Solar Dryer Dome yang diperuntukkan bagi Kelompok Tani Mekar Abadi di Desa Babakansari, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka.
Uji fungsi fasilitas tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka bersama Bidang Hortikultura dan Perkebunan. Kegiatan ini menjadi bagian dari tahapan untuk memastikan seluruh perangkat dan sistem pada fasilitas pengering tembakau dapat berfungsi secara optimal sebelum diserahterimakan dan dimanfaatkan oleh para petani.
Penyediaan Solar Dryer Dome yang bersumber dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 menjadi salah satu upaya strategis Pemkab Majalengka dalam mendukung pengembangan komoditas tembakau sekaligus meningkatkan mutu hasil produksi petani.
Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, AP., M.Si., didampingi Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Rahmat Subagja, S.Sos., saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (4/9/2026), mengatakan bahwa pemanfaatan teknologi Solar Dryer Dome merupakan sebuah lompatan dalam proses penanganan pascapanen tembakau.
Menurut Gatot, selama ini proses pengeringan daun tembakau masih sangat bergantung pada kondisi cuaca. Kondisi tersebut dapat memengaruhi lama proses pengeringan sekaligus kualitas hasil produksi.
“Solar Dryer Dome bukan sekadar rumah pengering biasa. Teknologi ini menggunakan tenaga surya sebagai sumber energi utama, sehingga tidak hanya hemat biaya, tetapi juga ramah lingkungan,” ungkap Gatot.
Ia menjelaskan, fasilitas tersebut juga dilengkapi sistem otomatisasi yang memungkinkan proses pengeringan berlangsung lebih terkontrol.
“Solar Dryer ini dilengkapi dengan sistem kontrol kelembaban dan suhu otomatis. Dengan demikian, petani tidak perlu lagi bergantung pada cuaca atau melakukan pemeriksaan manual secara terus-menerus,” jelasnya.
Gatot menambahkan, uji fungsi dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat dan kelengkapan fasilitas dapat bekerja sebagaimana mestinya sebelum diserahterimakan kepada kelompok tani.
“Kami pastikan seluruh kelengkapan alat ini berfungsi optimal sebelum diserahterimakan. Harapannya, teknologi ini benar-benar memberikan manfaat bagi petani, terutama dalam meningkatkan kualitas hasil dan efisiensi penanganan pascapanen,” katanya.
Petani Sambut Positif
Sementara itu, petani tembakau dari Kelompok Tani Mekar Abadi, Asep, menyambut positif hadirnya fasilitas Solar Dryer Dome tersebut.
Menurut Asep, teknologi pengering tersebut menjadi solusi bagi petani yang selama ini menghadapi kendala cuaca dalam proses pengeringan daun tembakau.
“Selama ini pengeringan sangat bergantung pada matahari. Kalau cuaca mendung atau hujan, prosesnya bisa terganggu dan kami harus lebih sering melakukan pengecekan,” ujarnya.
Dengan adanya Solar Dryer Dome, para petani berharap proses pengeringan dapat berlangsung lebih cepat dan terkontrol sehingga mampu menghasilkan mutu daun tembakau yang lebih baik, termasuk ketika memasuki musim hujan.
“Dengan hadirnya teknologi ini tentu sangat terbantu. Apalagi sistemnya sudah otomatis, ada pengaturan suhu dan kelembaban. Mudah-mudahan hasil tembakau kami semakin bagus dan nilai jualnya juga meningkat,” ucap Asep.
Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh kelompok tani dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan petani tembakau, khususnya di wilayah Kecamatan Bantarujeg.
Luas Lahan Tembakau Capai Lebih dari 1.000 Hektare
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DKP3 Kabupaten Majalengka, Rahmat Subagja, mengatakan potensi tanaman tembakau di Kabupaten Majalengka cukup besar.
Berdasarkan data yang disampaikan, luas lahan pertanian tembakau di Kecamatan Bantarujeg mencapai sekitar 582,43 hektare, Lemahsugih 511 hektare, Kertajati 63 hektare, Malausma 8 hektare, dan Panyingkiran 6 hektare.
Dari luasan tersebut, total hasil produksi tembakau mencapai sekitar 1.022,49 ton rajangan kering.
Rahmat menjelaskan, fasilitas Solar Dryer Dome DKP3 Majalengka memiliki sejumlah keunggulan yang dirancang untuk mendukung proses pengeringan tembakau secara modern.
Pertama, fasilitas tersebut memanfaatkan energi surya sebagai sumber tenaga utama sehingga lebih ramah lingkungan dan dapat menekan ketergantungan terhadap sumber energi konvensional.
Kedua, Solar Dryer Dome dilengkapi sistem otomatisasi suhu dan kelembaban. Sistem tersebut membantu menjaga kondisi ruang pengering sesuai kebutuhan proses pengeringan tanpa harus dilakukan pengecekan secara manual dan terus-menerus.
“Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, Pemkab Majalengka berharap produktivitas dan kualitas komoditas tembakau dapat terus meningkat. Selain itu, keberadaan Solar Dryer Dome diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian berbasis teknologi serta meningkatkan nilai tambah hasil produksi petani dan mengefisiensikan biaya produksi,” ujar Rahmat.
Menurutnya, pengembangan teknologi pascapanen tersebut sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam mewujudkan sektor pertanian yang semakin modern, efisien, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
“Majalengka Langkung Sae, petani maju, pertanian semakin berdaya saing,” pungkasnya.
(Anto)
