INDRAMAYU, | PATROLINDO.COM –
Pemdes Nunuk, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, gelar acara adat mapag sri kedua kalinya dalam satu tahun, merupakan acara adat masyarakat untuk menjemput datangnya panen padi sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, mempererat tali silaturahmi, memperkuat rasa kekeluargaan dan gotong royong Minggu 27/9/2026.
| VIDEO LIPUTAN :
Kuwu desa Nunuk (Andi Purnomo) melalui pemuda petani milenial (Aruna) ketika ditemui ditengah tengah acara adat mapag Sri mengatakan, kegiatan ini adalah kaitannya dengan masa depan pertanian desa Nunuk sebagai fondasi pelestarian kearifan lokal, pengikat kebersamaan warga, serta sarana menumbuhkan semangat dan minat generasi muda petani milenial dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan, “jelasnya.


Lebih lanjut Aruna memaparkan, mapag Sri adalah menjaga warisan leluhur agar nilai-nilai gotong royong dan kecintaan pada alam tetap hidup di tengah modernisasi ini. Menjadi daya tarik kultural yang dapat meningkatkan kebanggaan dan minat kaum muda untuk terlibat dalam dunia pertanian modern dan menjadi momentum bersama untuk memanjatkan doa agar hasil panen pada masa mendatang semakin melimpah, “ucapnya.

Kegiatan tradisi mapag Sri sangat menguntungkan para pedagang, perayaan menyambut panen raya ini menciptakan perputaran ekonomi yang besar di tingkat desa. Saat perayaan berlangsung, ratusan hingga ribuan warga berkumpul menikmati acara pagelaran wayang kulit dan hiburan lainya, kerumunan warga yang menghadiri pesta rakyat menjadi pasar yang potensial, “tuturnya.
Pedagang makanan, minuman, mainan anak-anak, pakaian, dan pedagang lainya mengalami lonjakan penjualan yang drastis dibanding hari biasa. Meningkatnya daya beli Masyarakat karena acara ini bertepatan dengan datangnya musim panen, para petani lokal dan masyarakat sekitar memiliki keuangan meningkat. Hal ini membuat mereka lebih royal berbelanja di lapak para pedagang.
Di halaman balai desa Nunuk menjadi pasar memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk menggelar dagangannya tanpa sewa, Secara keseluruhan, selain menjadi wujud rasa syukur spiritual, Mapag Sri berfungsi sebagai stimulus ekonomi mikro yang mempertemukan peningkatan pendapatan petani dan keuntungan pedagang lokal,”katanya.
Camat Lelea ((Atang Suwandi, S.STP., M.Si.) dalam sambutanya memberikan apresiasi atas terselenggaranya tradisi adat Mapag Sri sebagai wujud rasa syukur atas hasil panen raya serta upaya melestarikan warisan leluhur. Makna tradisi mapag Sri adalah tradisi menjemput padi atau menyambut panen raya sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Camat menilai kegiatan ini penting untuk mempererat kebersamaan warga dan menjaga kearifan lokal,”tuturnya.
Kuwu Nunuk (Andi Purnomo) dalam sambutanya menambahkab, tradisi Mapag Sri yang dilaksanakan satu tahun dua kali tanpa memungut biaya (iuran) dari masyarakat merupakan sebuah kebijakan dan bentuk kepedulian yang luar biasa dari Pemerintah Desa (Pemdes) untuk meringankan beban para petani,”tutupnya.
Turut hadir, Forkopincam Kecamatan Lelea, Kuwu Nunuk Andi Purnomo beserta Perangkatnya, Lembaga desa, BPD, LPM, Karang Taruna, Kelompok Tani, RT/RW, Tim penggerak TP PKK, Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Sesepuh desa, Dinas pertanian BPP Lelea, Kelopok Tani, Babinsa, Babinkantibmas dan turut hadir dinas pengairan, undangan lainya.
Lilikrakiyah
