PENULIS : DR. DRS. HERI SANTO BOAZ YP, SH, MH, MA, CMI, CPJ, CMO, CLL, CIC, CMP (PEMIMPIN UMUM PATROLI INDONESIA & KETUA UMUM DPP AWP/ AWPI)
Kewaspadaan terhadap serangan atau dampak isu global sangat krusial di tengah dinamika geopolitik, ekonomi, dan keamanan siber yang terus meningkat pada 2026. Mitigasi yang tepat melibatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi eskalasi konflik, ancaman digital, hingga dampak ekonomi yang ditimbulkan. Berikut adalah fokus utama yang perlu diwaspadai dan dipersiapkan: Pertama; Ketegangan Geopolitik Global: Eskalasi di wilayah seperti Timur Tengah (misalnya Selat Hormuz) dan persaingan hegemoni antar negara adidaya berpotensi memicu krisis rantai pasok dan darurat energi secara global. Pemantauan informasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia sangat penting, terutama bagi WNI yang berada di luar negeri.
Ke dua, Serangan Siber dan Kebocoran Data: Ancaman tidak selalu berupa kontak fisik, namun juga dapat berupa serangan siber. Serangan seperti ransomware, phishing, hingga pencurian data pribadi kerap memanfaatkan celah keamanan atau kepanikan. Selalu terapkan cyber hygiene (seperti mengaktifkan autentikasi dua langkah) dan rutin memperbarui perangkat lunak seperti yang disarankan panduan Badan Siber dan Sandi Negara. Ketiga, Terorisme dan Ekstremisme Digital: Pola ancaman teror kian bergeser ke aksi individu atau lone wolf yang teradikalisasi melalui ruang digital. Pengawasan dan pelaporan aktivitas mencurigakan kepada aparat penegak hukum menjadi tanggung jawab bersama masyarakat. Ke empat, Polikrisis dan Ketidakpastian Ekonomi: Dampak dari perang modern juga merembes pada ketidakstabilan pasar keuangan. Pastikan untuk terus memantau analisis pasar terpercaya dari sumber resmi seperti Bank Indonesia terkait fluktuasi ekonomi.
Kewaspadaan juga harus disikapi terhadap “Barisan Sakit Hati” yang merupakan istilah politik dan sosial yang merujuk pada kelompok atau individu yang merasa kecewa, tersingkir, atau kalah dalam persaingan politik (seperti pemilihan umum atau perebutan kekuasaan). Kelompok ini sering kali bersatu untuk melancarkan kritik, oposisi, atau manuver politik terhadap pihak yang sedang memimpin. Dalam dinamika sosial dan pemerintahan, Anda perlu mewaspadai beberapa hal terkait fenomena ini: (1).Penyebaran Provokasi: Mereka kerap memanfaatkan kekecewaan untuk memicu kegaduhan, menyebarkan narasi negatif, atau provokasi di media sosial untuk mendelegitimasi suatu kebijakan atau pemerintahan. (2). Penunggangan Isu: Gerakan protes atau demonstrasi murni (seperti aksi mahasiswa) rentan disusupi oleh kelompok kepentingan tertentu dari barisan ini untuk membelokkan tuntutan menjadi agenda politik pribadi. (3). Polarisasi Masyarakat: Manuver yang dilakukan sering kali menciptakan perpecahan atau polarisasi di tengah masyarakat karena adanya upaya pembentukan opini publik yang memojokkan pihak tertentu. Alih-alih terjebak dalam sentimen kelompok ini, respons yang lebih konstruktif adalah fokus pada evaluasi berbasis kinerja, kritik yang membangun, serta menggalang kolaborasi untuk kemajuan bersama.
Waspada juga terhadap Tujuh Jenis Ancaman Cyber Security yang Harus Diketahui! Berbagai jenis ancaman keamanan di internet antara lain: (1).Malware. Malware merupakan software berbahaya termasuk virus, worm, ransomeware dan spyware. (2). Emotet. Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA) menjelaskan Emotet sebagai bentuk Trojan perbankan modular canggih yang bekerja sebagai pengunduh atau penetes .(3).DoS (Denial of Service). Denial of service (DoS) adalah jenis serangan cyber yang menyerang komputer atau jaringan sehingga tidak dapat menanggapi permintaan. (4).Man in the Middle (MITM). MITM terjadi ketika peretas sudah memasukkan diri ke dalam transaksi dua pihak. Setelah mengganggu lalu lintas, mereka bisa menyaring dan mencuri data. (5).Phishing. Phishing merupakan salah satu serangan cyber yang sudah lama ada. Tekniknya adalah dengan menggunakan komunikasi palsu seperti email dan telepon untuk mengelabui penerimanya agar membuka dan menjalankan instruksi yang mereka berikan. (6).Injeksi SQL Injeksi Structured Query Language (SQL) merupakan jenis serangan cyber yang dilakukan dengan memasukkan kode berbahaya ke dalam server yang menggunakan SQL. (7).Serangan Kata Sandi. Dengan memasukkan kata sandi yang tepat, penyerang cyber bisa memiliki akses ke banyak informasi.
Ancaman keamanan internet adalah sesuatu yang sangat merugikan. Dilansir dari Cyber Security Venture, kerugian karena kejahatan dunia maya akan tumbuh sebanyak 15% per tahun selama 5 tahun ke depan. Angka ini diprediksi akan mencapai $10,5 triliun pada tahun 2025, naik sebanyak $3 triliun. Hal ini merupakan transfer kekayaan ekonomi terbesar dalam sejarah yang secara eksponensial lebih besar dari kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana alam dalam setahun. Dengan dana sebanyak ini, bisa dibayangkan hal apa saja yang bisa kita ciptakan dan lakukan. Namun sesungguhnya yang paling mengkuatirkan adalah ketika orang-orang yang anda kenal, atau yang di sekitar anda menjadi provokator, teroris digital, barisan sakit hati medsos, cukup mengerikan, waspada ! ***(BHS-001 : DR. DRS. HERI SANTO BOAZ YP, SH, MH, MA, CMI, CPJ, CMO, CLL, CIC, CMP)***
