TEGAL, (Patroli Indonesia). Bertempat di Ruang Paripurna DPRD Kota Tegal, Sabtu, 24 Oktober 2026, telah diselenggarakan Launching Buku Antologi MOZAIK, pada momen Pertemuan Nasional Penyair Nusantara Yayasan Dari Negeri Poci. Peluncuran buku antologi puisi Mozaik (Dari Negeri Poci 16) setebal 588 halaman tersebut, diawali dengan sambutan dan pembacaan puisi oleh Wakil Walikota Tegal, Tazkiyyatul Muthmainnah (Mbak Iin), yang membacakan salah satu puisi yang dimuat di buku Mozaik tersebut, berjtajuk : Alun-Alun, karya Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal (DKT) saat ini, Suriali Andi Kustomo. Setelah itu acara dilanjutkan dengan ulasan kristis konstruktif dari dimensi Ketua DKT Kota Tegal tersebut, tentang komparasi beberapa buku antologi dalam khasanah sastra Indonesia, serta tinjauan posisi Yayasan Dari Negeri Poci yang dimotori ke empat personil Radja Ketjil, yakni : dr. Handrawan Nadesul, Prof. Dr. Prijono Tjiptoherijanto, Adri Darmadji Woko, dan Kurniawan Junaedhie. Kemudian disambut dengan optimisme dari Mas dr. Hans dengan informasi akan terus berlanjutnya momentum seperti ini, untuk mewadahi karya-karya puisi Penyair se-Nusantara, yang perlu diapresiasi dan dikenal luas.
Setelah acara diskusi kreatif dan istirahat, acara dilanjutkan dengan esi ke dua, yakni Pemaparan Pola Hidup Sehat Seniman oleh dr. Handrawan Nadesul, yang mendapat sambutan antusias dari para peserta Penyair yang hadir. Dr Handrawan Nadesul mengingatkan para Penyair agar tidak selalu menjadikan obat sebagai pilihan pertama ketika mengalami gangguan kesehatan. Menurutnya, upaya menjaga dan memperbaiki gaya hidup perlu menjadi langkah awal sebelum menggunakan obat, terutama untuk mencegah berbagai penyakit. Ia menilai, pemahaman masyarakat mengenai pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas kesehatan. Handrawan juga menekankan pentingnya mengontrol tekanan darah dan gula darah. Salah satu aktivitas fisik yang dapat dilakukan masyarakat secara sederhana adalah brisk walking atau jalan kaki dengan tempo cepat. Menurutnya, olahraga tersebut dapat membantu menjaga kebugaran, fungsi jantung dan paru-paru, serta mendukung pengendalian berat badan. Ia menyarankan brisk walking dilakukan selama 20 hingga 30 menit per hari atau sekitar 150 menit dalam sepekan. Aktivitas ini relatif mudah dilakukan dan dapat menjadi pilihan olahraga bagi masyarakat yang baru mulai beraktivitas fisik.
Malam harinya, di tempat yang sama, Ruang Paripurna DPRD Kota Tegal, diselenggarakan Pentas Hujan Puisi di Negeri Poci. Tampil para calon penyair muda dari berbagai sekolah dan komunitas di Kota Tegal, yang dipandu Pembawa Acara : Julia Utami dan Shinta Miranda. Kemudian diselang-seling Para Penyair Mozaik tampil dengan pesonanya masing-masing. Antara lain penampilan dari Penyair : Marlin Dinamikanto, Boaz YP Herisanto, Nia Samsihono, Sri Sunarti, Afnan Malay, Erndra Achaer, Linda Djalil, Riani Pemulung, Mulyadi J. Amalik, Warsono Abi Azzam, Zabidi Yakub, Yonas Suharyono, Fakhrunnas MA Jabbar, Husnu Abadi, Naim Emel Prahana, Rosmita, Lily Multatuliana, Denting Kemuning, dan masih banyak Penyair lainnya yang tampil. Hadir pula dalam malam hujam puisi tersebut : Enthieh Mudakir, Yono Daryono, Bambang Widiatmoko, Suriali Andi Kustomo, Pria Takari Utama, Oei Sien Tjwan, Para Pendiri Yayasan Dari Negeri Poci, serta keluarga dari Pak Piek Ardijanto Soeprijadi selaku panitia pelaksana. Dimana malam sebelumnya telah digelar diskusi kepenyairan di kediaman Piek Ardijanto Soeprijadi, dalam suatu diskusi kreatif bertajuk : Plataran Sastra Piek Tegal (Ruang, Waktu dan Imajinasi…..Ada Disini) yang mengenang sosok Piek Ardijanto Soeprijadi yang pada era 1970-an sudah dikenal luas sebagai penyair yang karyanya dimuat di berbagai media massa nasional. Selain menulis puisi, Piek juga mengulas puisi-puisi para penyair muda yang saat itu tengah semangat-semangatnya berkarya. Dari intensnya hubungan selama bertahun-tahun dengan Piek, itulah akhirnya muncul gagasan membentuk Komunitas Negeri Poci, yang gagasannya terus hidup hingga kini. **(PIR- 007,008, 014) ***
