GARUT, PATROLINDO – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 mulai direalisasikan di SPS Nurul Irham, Kampung Karoya RT 01 RW 03, Desa Karyamukti, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Sekolah SPS Nurul Irham, Ayi Bunjamin.

Bantuan pemerintah senilai Rp528.585.000 itu dialokasikan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan anak usia dini (PAUD). Kehadiran program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan nyaman bagi peserta didik.

Saat ditemui awak media, Ayi Bunjamin menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada pemerintah atas bantuan revitalisasi tersebut. Ia berharap pembangunan fasilitas pendidikan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di SPS Nurul Irham.

Sikap terbuka dan kooperatif juga ditunjukkan pihak sekolah saat awak media melakukan kunjungan untuk memperoleh informasi terkait pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, peningkatan fasilitas pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung proses belajar mengajar, khususnya bagi anak usia dini yang membutuhkan lingkungan pendidikan yang memadai.
Sementara itu, pelaksanaan pembangunan dikelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SPS Nurul Irham yang diketuai Agung Rijqi Pujianto. Pekerjaan tersebut ditargetkan berlangsung selama 120 hari kalender, terhitung sejak 6 Agustus 2026.
Berdasarkan papan informasi proyek yang terpasang di lokasi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Bantuan Pemerintah Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di bawah naungan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Jenderal PAUD Dasmen, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pemasangan papan informasi proyek menjadi bagian dari keterbukaan informasi kepada masyarakat mengenai sumber anggaran, nilai bantuan, pelaksana kegiatan, serta waktu pengerjaan.
Dengan nilai bantuan mencapai lebih dari setengah miliar rupiah, pelaksanaan pembangunan diharapkan berjalan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, tepat waktu, serta dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.
Masyarakat pun diharapkan dapat turut mengawasi proses pembangunan agar dana APBN benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.
Revitalisasi SPS Nurul Irham bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini demi mempersiapkan generasi masa depan yang berkualitas.
Laporan: Sri Mulyati
Patroli Indonesia
