BANDUNG | PATROLINDO.COM — Pemerintah Kabupaten Bandung terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui perbaikan sarana sekolah dan pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran. Dukungan tersebut sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas pendidikan nasional.

Komitmen itu disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS), saat menghadiri kegiatan Open House Sekolah Hasil Revitalisasi dan Penerima PID (Digitalisasi Pembelajaran) serta Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di SMPN 2 Cicalengka, Jumat (16/10/2026).
Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari publikasi program prioritas pendidikan tahun 2026 tersebut, Dadang menilai revitalisasi sekolah merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung peningkatan prestasi siswa.
Ia mengungkapkan, Kabupaten Bandung memiliki sekitar 1.600 sekolah. Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen dinilai masih membutuhkan revitalisasi.
“Kalau mengandalkan uang APBD, jujur saat ini tidak mampu,” ujar Dadang, menggambarkan keterbatasan kemampuan anggaran daerah untuk memenuhi seluruh kebutuhan perbaikan sekolah.
Meski demikian, dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan peluang bagi percepatan pembenahan sarana pendidikan.
Pada 2026, sebanyak 192 sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Bandung menerima bantuan revitalisasi dengan total anggaran sekitar Rp137 miliar.
Khusus di SMPN 2 Cicalengka, pekerjaan revitalisasi mencakup perbaikan tujuh unit ruang belajar, pembangunan dua ruang kelas baru (RKB), serta penyediaan tujuh pintu toilet.
Dadang berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa dan tenaga pendidik, sekaligus meningkatkan kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar.
Digitalisasi Pembelajaran Harus Diimbangi Literasi Digital
Selain pembenahan infrastruktur, Dadang menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif. Namun, penggunaan perangkat digital harus diimbangi kemampuan guru dan siswa dalam memahami serta memverifikasi informasi.
Ia mengingatkan agar informasi yang diperoleh melalui teknologi tidak diterima begitu saja tanpa pemeriksaan sumber yang valid.
Menurutnya, literasi digital menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan mencegah kesalahan dalam memahami informasi.
MBG dan Pencegahan Perundungan Jadi Perhatian
Dalam kesempatan tersebut, Dadang juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi siswa melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai kecukupan gizi merupakan salah satu faktor pendukung dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Indonesia Emas 2045 itu tidak bisa dibentuk hanya dalam kata-kata. Bagaimana kita bisa cerdas kalau tanpa asupan makanan yang bergizi?” ujarnya.
Di sisi lain, ia mendorong penerapan program Sapa Bedas untuk mempererat hubungan antara siswa, guru, dan kepala sekolah. Interaksi yang baik di lingkungan pendidikan diharapkan mampu menumbuhkan rasa kekeluargaan sekaligus mencegah perundungan atau bullying.
Dadang juga mengingatkan pihak sekolah agar merawat fasilitas yang telah diperbaiki sehingga manfaat revitalisasi dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menurutnya, sarana pendidikan yang layak perlu disertai pemeliharaan berkelanjutan agar kegiatan belajar mengajar berlangsung optimal.
Siswa SMPN 2 Cicalengka Rasakan Manfaat Revitalisasi
Manfaat perbaikan sekolah turut dirasakan para siswa. Perwakilan siswa SMPN 2 Cicalengka, Neisa Nur Azqiya (15), menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI, kementerian terkait, dan Bupati Bandung atas dukungan revitalisasi tersebut.
Ia mengungkapkan, kondisi sekolah yang semakin baik membuat siswa merasa lebih nyaman dan bersemangat mengikuti pembelajaran, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital secara interaktif.
“Sekarang kami semua bisa belajar lebih nyaman dan semangat dengan pembelajaran interaktif digital. Sebelumnya, saya merasa kurang nyaman karena ada beberapa bangunan yang bisa membahayakan. Setelah revitalisasi, saya sangat bahagia dan lebih semangat untuk belajar,” kata Neisa.
Ia berharap fasilitas pendidikan yang semakin memadai dapat membantu para siswa meraih cita-cita dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Pemkab Bandung menegaskan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui perbaikan infrastruktur sekolah, penguatan literasi digital, pemenuhan gizi siswa, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
Langkah tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Bandung yang lebih BEDAS, maju, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Sumber informasi: Humas Pemkab Bandung – Diskominfo.
Editor : A. Sujana
